TERUNG BELANDA alias BUAH KEMAR
TERUNG BELANDA memiliki nama latin Solanum Betaceum, termasuk dalam keluarga terung-terungan. Menurut Wikipedia, tanaman ini berasal dari daerah Amazon di Amerika Latin yang dibawa dan di kembangkan di Bogor oleh orang Belanda sejak tahun 1941. Oleh karena itu tanaman ini disebut sebagai TERUNG BELANDA.
Buah ini berbentuk bulat lonjong, berbiji kecil-kecil kehitaman. Jika sudah masak, warna kulit buah menjadi orange tua. Rasa daging buahnya masam segar, tetapi akan muncul rasa pahit sekali jika dikonsumsi dengan kulitnya. Sekilas buah ini mirip sekali dengan sawo kecik, dalam ukuran yang lebih besar.
![]() |
| Buah Kemar alias Terung Belanda |
Terung Belanda disebut juga sebagai BUAH KEMAR oleh masyarakat di Dataran Tinggi Dieng. Selain Carica (pepaya gunung) yang memiliki nilai ekonomis tinggi, warga Dieng juga menanam buah Kemar yang memiliki batang keras, dengan tujuan untuk menahan erosi yang kerap kali terjadi. Seperti halnya Carica, Kemar juga hanya dapat tumbuh di daerah dengan ketinggian tertentu, yaitu daerah dengan ketinggian di atas 1000 mdpl.
Buah ini memiliki kandungan vitamin C, antioksidan yang cukup tinggi, dan manfaat lain dalam bidang kesehatan. Selain dimakan sebagai buah segar, buah ini juga bisa dijadikan minuman penghangat badan (Wikipedia). Cocok sekali dikonsumsi masyarakat yang tinggal di dataran tinggi seperti Dieng.
Buah ini memiliki kandungan vitamin C, antioksidan yang cukup tinggi, dan manfaat lain dalam bidang kesehatan. Selain dimakan sebagai buah segar, buah ini juga bisa dijadikan minuman penghangat badan (Wikipedia). Cocok sekali dikonsumsi masyarakat yang tinggal di dataran tinggi seperti Dieng.
Cara favorit saya untuk menikmati buah Kemar adalah dengan menjadikan minuman hangat atau wedang, Wedang Kemar atau Wedang Terung Belanda. Rasanya? Hmmmm … Dahsyat, kecut segar, dan membuat badan menjadi hangat.
Berikut ini adalah cara membuat wedang :
1. Belah Kemar, kerok daging dan isi buah
2. Didihkan air, masukkan gula sesuai selera, dan sedikit garam
3. Setelah agak turun suhu air, masukkan kerokan daging dan biji kemar, kemudian di aduk
4. Jikalau menginginkan rasa pahit, dapat ditambahkan kulit buah yang sudah dibersihkan.
Yuk Mak, konsumsi minuman segar dengan beragam manfaat ini. Demikian tips singkat dari saya Mak, kalau bepergian ke Dieng jangan lupa membeli buah Kemar dengan harga yang sangat terjangkau.







0 komentar