Dataran Tinggi Dieng, Negeri di Atas Awan nan Unik
- Januari 31, 2018
- By Unknown
- 12 Comments
Dataran Tinggi Dieng berada dalam wilayah dua kabupaten, yakni Wonosobo dan Banjarnegara. Tempat ini memiliki keunikan tradisi, budaya, alam, maupun kuliner. Ibu sudah mencicipi lezatnya mie ongklok? Atau cerita tentang bocah bajang berambut gimbal? Nah, datang saja ke Dieng, pasti bisa bertemu keduanya.
Kunjungan turis asing membuktikan bahwa keunikan Dieng sudah tersohor hingga ke mancanegara. Mereka tertarik dengan tradisi dan potensi alam yang begitu memesona. Berikut ini beberapa fakta unik dan menawan mengenai Dieng:
Kunjungan turis asing membuktikan bahwa keunikan Dieng sudah tersohor hingga ke mancanegara. Mereka tertarik dengan tradisi dan potensi alam yang begitu memesona. Berikut ini beberapa fakta unik dan menawan mengenai Dieng:
1. Dieng merupakan dataran tinggi terluas di dunia setelah Nepal. Fenomena alam ini menjadi magnet tersendiri untuk menarik wisatawan datang berkunjung.
2. Dataran ini memiliki sebuah desa yang disebut-sebut sebagai desa tertinggi di Pulau Jawa, yaitu Desa Sembungan, dengan ketinggian 2.300 mdpl. Oleh karena itu Dieng mendapat julukan Negeri di Atas Awan.
3. Terdapat bocah unik berambut gimbal alami, dikenal dengan sebutan bocah bajang. Bocah ini merupakan anak dari penduduk lokal Dataran Tinggi Dieng. Meskipun tidak banyak jumlahnya, kehadiran bocah-bocah misterius ini sangat menarik perhatian. Munculnya bocah bajang dipercaya berkaitan erat dengan legenda Dataran Tinggi Dieng.
4. Memiliki candi-candi tertua di Pulau Jawa, di antaranya candi Arjuna, Semar, Sri Kandi, dan Puntadewa. Candi-candi tersebut merupakan kompleks candi tempat sembahyang para pemeluk Hindu-Siwa.
5. Carica dan Purwaceng merupakan tanaman khas Dieng. Carica, disebut sebagai pepaya gunung, berbentuk seperti pepaya, namun berukuran lebih kecil. Carica bisa diolah menjadi sirup atau manisan.
Purwaceng dikenal sebagai gingseng Jawa, berbentuk seperti gingseng dan rasanya mantab. Cara penyajiannya bisa di campur dengan kopi maupun susu.
6. Pada musim kemarau, suhu di dataran ini mencapai di bawah nol derajat celcius pada pagi hari. Hal ini menyebabkan rumput-rumput menjadi kaku dan berwarna putih salju yang membuat pemandangan semakin indah.
7. Dieng Culture Festival (DCF) merupakan festival budaya yang dikemas secara apik dengan memadukan berbagai unsur tradisional, modern, dan pesona alam. Inti dari DCF adalah tradisi ruwatan potong rambut anak gimbal yang pelaksanaannya di pimpin oleh pemangku adat. Pada tahun 2017 pengunjung DCF mencapai seratus ribu orang. Acara ini merupakan event tahunan yang diselenggarakan sekitar bulan Juli-Agustus.
8. Golden sunrise di bukit Sikunir menyajikan pemandangan indah menjelang matahari terbit. Beberapa puncak gunung terlihat jelas dari atas bukit ini, di antaranya Gunung Sindoro, Sumbing, Merapi, Merbabu, dan Ungaran.
Dataran Tinggi Dieng keren 'kan, Bu? Jangan lupa memasukkan Dieng dalam daftar destinasi wisata keluarga, ya. Dijamin 'gak bakal menyesal dan kecewa.
Happy travelling!









