Jaga Kesehatan dengan Konsumsi Toga

Tanaman obat keluarga (Toga) merupakan istilah untuk tanaman di pekarangan rumah yang memiliki khasiat kesehatan sebagai obat tradisonal. Toga sudah dimanfaatkan sejak zaman nenek moyang secara turun temurun untuk mengatasi pelbagai keluhan penyakit. Masihkah Ibu menanamnya?

Masyarakat pedesaan masih banyak yang membudidayakan toga di sekitar rumah untuk dikonsumsi sebagai sayuran. Misalnya, daun kelor dimasak sayur bening dan daun beluntas dijadikan kudapan urap bersama kecambah. Dengan mengonsumsi toga sebagai sayuran, secara tidak langsung Ibu telah melakukan perawatan kesehatan secara rutin. Mantap 'kan, Bu?

Maraknya kampanye back to nature beberapa tahun terakhir, sedikit banyak telah merubah pandangan masyarakat terhadap obat tradisional. Masyarakat mulai melirik kembali toga sebagai alternatif obat yang murah, sehat, dan tidak berefek samping. Tingginya biaya pengobatan juga menjadi faktor perubahan perilaku tersebut.

Mengonsumsi toga sebagai alternatif penyembuhan penyakit tidak bisa berjalan secara instan. Oleh karena itu, sebelum telanjur sakit, Ibu bisa memanfaatkan toga untuk konsumsi sehari-hari. Beberapa jenis toga yang biasa diolah menjadi sayur, di antaranya:

1. Daun Kelor
Pohon kelor biasanya digunakan sebagai pagar hidup di pekarangan rumah. Daunnya bisa dimasak menjadi sayur bening yang bergizi tinggi. Kandungan vitamin, protein, dan mineral sangat baik untuk pertumbuhan balita dan anak.

Selain itu, daun kelor berkhasiat untuk meningkatkan kekebalan, ketahanan, metabolisme tubuh, meningkatkan fungsi hati dan ginjal, serta menyetabilkan kadar gula dalam darah. Manfaat yang luar biasa menjadikan WHO mengklaim kelor sebagai pohon ajaib.



2. Kemangi
Daun kemangi biasa digunakan sebagai lalapan dan penyedap masakan, karena aromanya yang sedap dan menggugah selera. Salah satu senyawa yang terkandung dalam kemangi yaitu antioksidan yang dapat meminimalisir pengaruh buruk radikal bebas dalam tubuh. Mengonsumsi daun kemangi dipercaya juga bisa mengurangi bau badan yang kurang sedap.

3. Kencur, Jahe
Kencur, kunyit, lengkuas, dan jahe biasa digunakan sebagai bumbu masakan. Namun, jenis akar rimpang tersebut juga memiliki manfaat dalam kesehatan. Sebagai contoh, kencur dan jahe bisa digunakan sebagai obat radang tenggorokan, batuk, gejala masuk angin, dan perut kembung.

4. Bawang Merah dan Bawang Putih
Sama halnya dengan kencur dan jahe, bawang merah dan bawang putih biasa digunakan sebagai bumbu dapur. Tetapi, perlu Ibu ketahui, bawang putih bisa digunakan sebagai obat kembung dan masuk angin akut.

Mengunyah bawang putih memang sangat tidak enak, bau sangat menyengat dan rasaya getir di lidah. Reaksi setelah sampai perut juga luar biasa, tetapi beberapa saat kemudian badan menjadi hangat dan perut tidak melilit lagi.

Buatlah ramuan parutan bawang merah dicampur sedikit minyak goreng, lalu dipanaskan sebentar supaya hangat. Ramuan ini bisa digunakan untuk mengatasi perut kembung, dengan cara dibalurkan di perut dan punggung.

5. Daun Beluntas
Daun beluntas biasa dimasak menjadi kudapan urap bersama dengan sayuran lain. Beberapa manfaat beluntas di antaranya melancarkan produksi ASI, mencegah hipertensi dan TBC, melancarkan menstruasi, menghilangkan bau mulut dan badan, serta menyembuhkan pegal linu.

6. Tomat
Mengonsumsi tomat secara rutin dipercaya dapat mencegah dan menyembuhkan kanker. Tomat juga bisa digunakan untuk mengatasi masalah kulit wajah yang berminyak. Masih banyak manfaat tomat lainnya dalam bidang kesehatan maupun kecantikan kulit.

7. Daun Pepaya
Daun pepaya bisa dimanfaatkan untuk mencegah malaria dan demam berdarah, melancarkan ASI, meningkatkan trombosit, dan imunitas tubuh. Daun pepaya biasanya diolah menjadi sayur, urap, atau ditumis dengan campuran udang.

Bu,Masih sering mengolah toga sebagai sayuran? Yuk, budayakan kembali menanam toga! Hemat uang belanja dan kesehatan terjaga. Jangan lupa untuk berolah raga agar badan sehat stamina terjaga.







You Might Also Like

0 komentar