Musim hujan telah tiba sejak beberapa waktu lalu. Jika tidak terjadi anomali cuaca, biasanya musim hujan berlangsung antara bulan September hingga Desember. Tetapi, sudah bertahun-tahun belakangan ini, terjadi pergeseran musim yang cenderung tidak bisa diprediksi.
Saat musim hujan turun, anak-anak seperti menemukan dunia baru. Bermain air hujan sambil berlari-larian, memberikan keceriaan tersendiri. Tidak cuma anak-anak, orang dewasa pun memiliki kegemaran memanfaatkan air hujan.
Beberapa aktivitas dapat dilakukan ketika hujan turun, di antaranya adalah membersihkan selokan. Kegiatan ini sangat terbantu dengan air hujan yang melimpah. Selain menghemat air dan listrik, Emak juga telah menghemat tenaga. Derasnya air dari talang rumah, mengguyur endapan pasir dan tanah yang menyumbat selokan.
Beberapa hal patut diwaspadai ketika memasuki musim hujan, yaitu munculnya berbagai macam penyakit. Nah, penyakit-penyakit yang berkaitan dengan musim hujan antara lain sebagai berikut:
1. Demam Berdarah Dengue (DBD)
Genangan air dalam wadah terbuka dan tidak mengalir, menjadi tempat bertelur nyamuk aedes aegypti. Nyamuk ini membawa virus dengue yang menyebabkan demam berdarah.
Infeksi DBD ditandai dengan demam tinggi hingga 40 derajat celcius, kepala pusing, nyeri persendian, dan muncul bercak-bercak merah pada kulit.
Untuk menghindari DBD, musnahkanlah tempat perkembangbiakannya. Tutuplah air dalam bak mandi atau ganti air tersebut dua hari sekali. Selain itu, gunakan pakaian panjang untuk menghindari gigitan nyamuk.
Dalam kondisi menjadi wabah, biasanya dilakukan pengasapan oleh dinas terkait. Hati-hati, nyamuk aedes aegypti berkeliaran pada siang hari!
2. Gatal pada Kulit
Penyakit kulit yang kerap muncul saat musim hujan adalah panu, kadas, dan kutu air. Ketiga penyakit ini disebabkan oleh infeksi jamur. Kondisi udara dan pakaian yang lembab menjadi penyebab tumbuhnya jamur pada kulit.
Panu merupakan penyakit kulit menular yang dapat menyerang seluruh bagian tubuh. Penularan melalui kontak langsung atau memakai barang-barang pribadi penderita.
Berbeda dengan panu, kadas dan kutu air hanya menyerang bagian tubuh tertentu. Kadas biasa menyerang permukaan kepala yang lembab, lipatan paha, maupun kuku. Sedangkan kutu air menyerang sela-sela jari tangan atau kaki.
Cara pencegahan ketiga penyakit ini dengan cara menjaga kebersihan seluruh bagian tubuh serta pakaian agar tetap kering.
3. Masuk Angin
Masuk angin sering dialami ketika musim hujan atau kondisi badan sedang tidak fit. Gejalanya seperti meriang, pusing, diare, nyeri, demam, lelah, kembung, serta pegal-pegal. Dalam dunia medis, masuk angin bukanlah penyakit. Melainkan sebuah gejala penyakit lain, yang dikenal dengan istilah malaise.
Keluhan masuk angin, dapat diatasi dengan mengenakan jaket hangat, penutup kepala, kaos kaki, maupun kaos tangan. Perbanyak minum air, vitamin, serta makanan bergizi. Selain itu, istirahatlah yang cukup, konsumsi minuman hangat dan menghindari minuman yang mengandung kafein serta alkohol.
4. Influensa
Influensa yang lebih dikenal dengan istilah flu, disebabkan oleh virus influensa. Virus ini menyebar melalui cairan ingus, air liur, dan benda-benda yang telah terkontaminasi. Infeksi virus influensa ditandai dengan meriang, batuk, lelah, hidung tersumbat, sakit tenggorokan, dan pusing. Infeksi ini mudah sekali menular, apalagi jika kondisi badan tidak fit.
Cara pencegahan penularan dengan mengenakan masker penutup wajah, istirahat cukup, perbanyak minum air, dan minum vitamin.
Nah, ulikan di atas memberikan sedikit gambaran mengenai penyakit-penyakit yang sering terjadi di musim hujan, cara penularan dan pencegahannya. Hal terpenting yang mesti dilakukan adalah menjaga kondisi badan tetap fit, dengan mengonsumsi makanan sehat, istirahat cukup, dan berolahraga.







0 komentar