Wedang Kemar, Minuman Fenomenal dari Dataran Tinggi Dieng
- Januari 24, 2018
- By Unknown
- 3 Comments
Saat musim hujan begini, minuman apa yang paling disukai? Tentunya bukan minuman dingin, ya! Hawa dingin cocoknya minum yang hangat-hangat. Yup, wedang! Untuk mengatasi rasa dingin, paling enak memang minum wedang.
Setiap daerah memiliki wedang khas yang berbeda-beda. Namun ada juga wedang yang secara umum ada di berbagai daerah, misalnya wedang kopi, teh, susu, maupun tape. Ahhhh, membicarakan minuman hangat, membuat saya kangen dengan wedang dari Dataran Tinggi Dieng. Yup, wedang terung belanda!
Terung Belanda
Terung belanda merupakan buah khas di Dataran Tinggi Dieng. Penduduk setempat menyebutnya sebagai buah kemar. Bentuknya bulat lonjong, berbiji hitam kecil-kecil, dan berkulit coklat tua serta mengkilat seperti berlapis lilin. Saya mengenal buah kemar ketika mendaki Bukit Sikunir untuk menikmati keindahan golden sunrise.
Menuruni Bukit Sikunir sambil berlari-lari kecil membuat badan terasa hangat dan segar. Hawa dingin pun terusir seketika. Sambil menunggu rombongan yang masih tertinggal di belakang, saya memasuki sebuah warung untuk memesan minuman. Nah, di tempat ini perkenalan dengan buah kemar diawali.
Saya kira buah tersebut adalah sawo kecik yang banyak terdapat di pasar. "Bu, sawo keciknya besar-besar, ya?" tanya saya sambil mencet-mencet buah tersebut, " beda dengan sawo di daerah saya." Ibu pemilik warung itu senyum-senyum lalu menjawab, "Itu bukan sawo Mbak, tapi terung belanda. Di sini, biasa disebut buah kemar. Rasanya kecut segar, bisa juga dijadikan wedang. Saya buatkan wedang kemar ya, Mbak?" beliau masuk ke dalam rumah tanpa menunggu jawaban saya.
Wedang Kemar
Cara membuat wedang kemar sama seperti membuat wedang lain. Belah buah kemar, kerok daging buahnya. Tambahkan gula sesuai selera, tuang air panas, kemudian aduk sampai merata. Rasa wedang manis, kecut, dan segar. Seperti permen nano-nano, ya! Jika ingin merasakan sensasi rasa pahit, masukkan juga kulit buah kemar dalam adonan wedang.
Cara membuat wedang dalam porsi banyak hampir sama seperti membuat secangkir saja. Tetapi, akan lebih praktis jika air dan gula dididihkan terlebih dahulu. Setelah agak turun suhunya, masukkan kerokan daging buah yang sudah disiapkan.
![]() |
| Wedang kemar |
Nah, ada dua cara menikmati wedang ini, yang pertama langsung meminum airnya sembari mengunyah daging buah tersebut. Alternatif kedua, yakni dengan menyaring air wedang dan memisahkan dari daging buahnya. Kedua cara ini sama nikmatnya, tergantung selera saja. Kalau saya, suka dengan cara pertama, meminum wedang sambil mengunyah daging buah. Rasanya kecut, segar, dan krenyes-krenyes.
Manfaat Buah Kemar dalam Bidang Kesehatan
Oiya, ibu pemilik warung mengatakan kalau buah kemar ini memiliki manfaat untuk menurunkan kolesterol, menyembuhkan tekanan darah tinggi, dan bisa menjaga kebugaran badan. Saya hanya manggut-manggut sambil menyeruput wedang yang memang nikmat sekali. Untuk mengusir rasa lapar, sesekali saya mengunyah tempe kemul yang menjadi salah satu kuliner khas Dieng. Selain dijadikan wedang, buah kemar bisa dikonsumsi dengan cara dijadikan jus maupun sirup.
Tidak terasa 30 menit telah berlalu dan dari kejauhan saya melihat suami beserta keluarga lainnya datang menghampiri. Tanpa bertanya, saya langsung memesan wedang kemar untuk mereka. Kenapa? Kayaknya pertanyaan itu 'gak perlu dijawab, deh. Heheeee ...
Wedang kemar memang membuat kangen. Oleh karena itu, buah kemar menjadi incaran saya setiap kali berkunjung ke Dieng. Ingin merasakan nikmatnya wedang kemar? Jangan lupa membeli buah ini ketika berkunjung ke Dieng. Harganya sangat terjangkau, tetapi memberikan kenikmatan luar biasa. Disamping itu, buah kemar memiliki manfaat seperti yang dijelaskan ibu pemilik warung, bahkan lebih dari itu.








3 komentar
terung belanda itu kesukaan mama saya hehehe. Ini adalah salah satu tempat impian saya bisa pergi bersama suami. karena pemandangan yang luar biasa
BalasHapusSayaaaa sukaaa juga Mbak Kun 😍 rasanya segar seperti jambu, duh kangen ngejus eh ini dibuat wedang yaa, malah belum pernah nyoba.
BalasHapusKalo di Bandung ada juga wedang yg anget namanya bandrek, dari jahe dan gula merah serta rempah
BalasHapus