Perkenalan dengan jengkol dimulai ketika saya indekos di Bogor bertahun-tahun silam. Kebetulan teman satu kos adalah penggemar masakan tersebut. Meskipun begitu, tidak pernah ada keinginan untuk mencicipi karena bau yang sangat menyengat dan asing di hidung. Selain itu, bentuk jengkol menyerupai gayam, sehingga terlihat aneh jika dimasak rendang ataupun semur.
Namun banyak juga orang yang doyan makan jengkol, salah satunya suami saya. Keadaan yang benar-benar dilematis dan meresahkan. Hahahaaaa ... lebay banget, ya. Pada akhirnya belajar memasak jengkol pun dimulai dengan menu sambal goreng teri jengkol. Nah, bagaimana memasak menu tersebut? Yuk, kita siapkan bahan-bahannya.
Bahan utama:
Jengkol rebus 250 gram dan ikan teri secukupnya sesuai selera
Bumbu-bumbu:
▪ Bawang merah, bawang putih, tomat, cabe merah, cabe rawit, lengkuas, daun salam, dan terasi (opsional)
▪ Gula, garam, dan penyedap rasa (opsional)
Cara memasak:
• Iris jengkol agak tipis lalu goreng sebentar
• Goreng ikan teri jangan terlalu kering. Sebelum digoreng, sebaiknya teri direndam air dan tambahkan sedikit soda kue supaya teri goreng bersifat krispi
• Haluskan bawang merah, bawang putih, cabe rawit, cabe merah, tomat, dan terasi
• Tumis bumbu halus, lengkuas, dan daun salam hingga berbau harum
• Tambahkan gula, garam, dan penyedap rasa sesuai selera
• Masukkan jengkol dan teri goreng
• Aduk semua bahan dan bumbu hingga matang dan meresap
• Matikan api dan sambal goreng teri jengkol siap dihidangkan.
Perlu Bunda ketahui, masakan tersebut sekarang menjadi salah satu menu kesukaan saya. Ternyata enak rasanya dan kenyal-kenyal sedap. Memang benar kata orang, tak kenal maka tak sayang. Nah, bau menyengat jengkol bisa diatasi dengan minum kopi hitam atau satu sendok makan kecap manis. Bunda mau coba? Awas, nanti jadi ketagihan seperti saya.






4 komentar
Ya Allah ini salah satu masakanku Bunda. Biasanya mamaku nih yang suka masak jengkol untukku. Soalnya kalau mama yang masak lebih enak daripda masak ama tangan sendiri heheh
BalasHapusHeheee ... kayaknya mesti belajar sama mamanya Bunda Erysha nihhhh
HapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusMbak, sampai sekarang belum makan jengkol saya...dulu enggak pernah kenal, di kampung enggak ada, adanya pete
BalasHapusNah, kebetulan suami juga enggak makan jengkol , jadi klop kwkwkwk