Halo Emak ...
Musim hujan begini, rasanya ingin nyemil terus, 'gak? Mestinya iya dong, Mak. Biasanya perut mudah lapar karena energi yang tersedia digunakan untuk membuat suhu tubuh tetap normal. Nah, masakan yang menggugah selera makan contohnya mie godog, bakso, empek-empek, atau makanan yang panas dan seger lainnya. Sedangkan minuman hangatnya seperti wedang ronde, teh, jeruk, bandrek, maupun kopi panas.
Sore tadi, saya bermaksud memasak kotokan tahu tempe kesukaan saya. Masakan tersebut praktis dan simpel, karena sekali masak bisa digunakan sebagai sayur dan lauk. Ternyata, stok bahan makanan tinggal tahu saja. Ngubek-ngubek isi kulkas mencari kecambah atau ikan pindang juga 'gak ketemu. Hendak pergi ke pasar sore, tetapi hujan cukup deras. Ya sudah lah, akhirnya memasak bahan yang tersedia saja, yakni kotokan tahu. Iya, isinya tahu saja, enggak ada yang lain.
Kotok tahu yang sudah ditiriskan
Kotok Tahu
Biasanya, kuliner kotokan ini berisi kecambah, kemangi, udang, tempe, tahu, maupun ikan pindang. Bumbunya juga minimalis, yakni irisan bawang merah, bawang putih, bawang bombai (jika ada), cabe, tomat, lengkuas, terasi, beberapa helai daun salam, dan santan.
Semua bumbu digodog bersama air dan santan, lalu tambahkan gula, garam, dan penyedap rasa (opsional). Jika rasa masakan sudah pas di lidah, masukkan isi, tunggu hingga matang dan bumbu-bumbu meresap. Matikan api dan kotokan siap disantap bersama nasi.
Singkat cerita, kotok tahu sudah matang dan membuat lidah saya bergoyang. Ternyata, hal ini tidak berlaku untuk suami saya. Abang tidak mau makan, ketika mengetahui masakan yang hanya berisi tahu saja. Aneh, katanya. Ihhhhh, jadi gemes, kan. Rasanya, masakan satu panci ingin dimakan semua. Hahaaa, gragas amat.
Emak pernah mengalami hal seperti ini? Sepertinya tahu tidak banyak penggemar, ya .... Padahal rasanya enak, kenyal, dan bertekstur lembut. Tahu juga mengandung protein kedelai cukup tinggi serta isoflavon yang baik untuk menangkal radikal bebas dalam tubuh.
![]() |
| Kotok tahu campur telur |
Akhirnya saya mencari cara supaya Abang mau memakan masakan tersebut. Masakan simpel dan enak, supaya kotokan tahu enggak mubazir.
Martabak Tahu Modifikasi
Yesss ..., martabak hasil modifikasi dari kotokan tahu. Yuk, simak cara memodifikasi masakan yang enggak dilirik Abang ini! Siapa tau Emak akan mengalami kejadian serupa.
Pertama-tama kurangi kuah, kemudian rebus kembali kotokan hingga airnya tinggal sedikit. Cara ini akan mempertajam rasa dan meresapkan bumbu-bumbu. Buang kuah yang masih tersisa, dengan cara menyaring isi kotokan. Jangan lupa untuk membuang lengkuas dan daun salam.
![]() |
| Martabak tahu yummy |
Masukkan tahu kotok tersebut dalam mangkuk, kemudian cincang kasar. Tambahkan satu atau dua butir telur, aduk hingga rata. Jumlah telur bisa dikira-kira, sesuaikan dengan selera. Emak bisa menambahkan bahan maupun bumbu, seperti garam, kecambah, irisan cabe, daun bawang, maupun seledri.
Goreng adonan dengan minyak secukupnya, seperti menggoreng telur atau martabak. Untuk memudahkan proses pematangan, potong martabak dalam penggorengan dalam keadaan setengah matang. Angkat dan tiriskan martabak setelah permukaannya menguning. Lihat juga isi masakan, sudah matang apa belum.
Buat Martabak yang Menarik
Tampilan martabak tahu bisa dibuat menarik dengan cara menggoreng adonan di dalam teflon untuk mencetak kue apem. Cetakan tersebut bisa berbentuk bulat, oval, bintang, hati (love), maupun segitiga. Oiya, nyala api kecil disarankan supaya adonan matang dengan sempurna. Jangan lupa untuk membalik adonan tersebut ya, Mak. Tampilan martabak tahu yang beraneka bentuk bisa menarik perhatian dan selera makan anak-anak.
Emak siap mencobanya? Yukkkk, jadikan tahu menjadi masakan yang digemari dan tidak dipandang aneh. Martabak tahu lebih nikmat jika dimakan dengan saus tomat ataupun saus sambal. Selamat bereksperimen, Mak ...!









10 komentar
Wooow....bileh juga resepnya..kapan2 nyoba buat aah
BalasHapusWah..ide bagus tuh Mbak..kreatif, pas makanan enggak dilirik disulap jadi bentuk baru..
BalasHapusBtw, aku baru dengar nama kotokan ini, tapi Ibuku dulu sering bikin kayak gini, namanya bothok tahu kalau enggak salah :D
Wahh wajib dicoba nih
BalasHapusKreatif mbak kun, makanan gak bakalan ada yang mubazir kalo begini haha
BalasHapusItu kaya tahu telur juga ya mba jadinys. Kreatif iiih maknyaaah..
BalasHapusWah ide bagus nih mbak, pengen coba juga jadinya
BalasHapusSaya baru tahu nama masakan kotokan tahu. Tapi kayaknya endezz nih hahaha jadi mupeng. Saya paling banter bikin tahu isi, ama basotahu
BalasHapussik, sik, Mbaak...kotokan ....perasaan pas cilik biyen aku sering mendengar nama masakan tersebut, itu khas Pati? hahaha .... klo iya...maafkan aku sebagau wong aseli Pati yang sedikit lupa akar...*belum sampai taraf berkhianat, kok
BalasHapusBumbunyaaa musti dicoba ini Mbak Kun 😍😍 cetakannya kreatif yaa, jadi pengen beli juga aaaah
BalasHapusHarus dicoba niiih, bikin ngiler Mak :D
BalasHapus